In Geometry Talk

Rasa itu muncul lagi

Rasa itu muncul lagi... kembali... seperti biasa... tapi ada yang sedikit berbeda dari biasanya... dia bisa jadi lebih indah... atau sebaliknya. Entah! 

---

Hi Readers, sebelumnya maaf karena jarang nulis di blog ini. Mungkin, gara-gara ke-sok-sibuk-an saya ya :) Tapi jangan pernah khawatir, blog ini semoga aja ga akan berakhir jadi sampah internet yang dihapus ke recycle bin akun blog saya, kayak sebelumnya. Semoga aja.

Nah. Mungkin ini adalah postingan pertama saya yang emang sebenar-benarnya. Maksudnya, bukan sekedar perkenalan, bukan sekedar basa-basi. *emm. .tapi dari tadi koq basa-basi aja ya?* OKE, mari saya ceritakan tentang rasa yang saya maksud tadi.

---

26 April 2013
Dia masuk di kelas itu dengan beberapa temannya. Sebelumnya, saya udah datang terlebih dahulu. Sedikit catatan, saya emang termasuk orang yang hobi memperhatikan orang baru dan lebih memperhatikan lagi orang baru yang punya faktor x. Diantara dia dan gerombolannya, saya jelas lebih memperhatikan dia yang saya maksud. Saya mungkin salah satu orang yang ga ragu bilang kalau I believe on love at first sight. Simple aja, mungkin awalnya cuma sekedar kagum atau suka, tapi lama-lama, karena (mungkin) sering di-stalk, seperti nasib mantan-mantan gebetan saya, besar peluangnya bisa sampai 0,75 buat meyakinkankan kalau rasa itu mungkin cinta.

Bagaimana ini? Ambigu. Dia yang saya maksud, oke sebut aja namanya geometri. *Please, ga usah nanya kenapa pake itu. Spontan aja!* Nah, Geometri ini emang ada yang spesial dari dia. Subjektif dong, pastinya. Cantik? Bisa dibilang ga juga sih. Cerdas? Oke, bisa jadi. Ceria? *nahlo?, kayak acara apa gitu... 3C: Cantik.. Cerdas.. Ceriaaaa~* ya, geometri emang atraktif. Pertama ketemu, geometri udah lucu-lucuan. The best impression among the others. Gimana saya ga lebih perhatiin geometri coba. :3

Geometri, teman sekelas di salah satu lembaga bimbel Makassar. Geometri, sedikit bercerita tentangnya, dia masih wajah oriental, manis, cukup cerdas, dan yang paling penting, dia ngingatin saya sama senter-senter pas di SMP. *cinta monyet, ciyeee* Mungkin gara-gara itu, tiap liat wajahnya yang terasa familiar, perasaan jadi nyaman aja. I do feel good! Miss you juga, mantan gebetan SMP -_-

Kabar baiknya adalah geometri tipe cewek yang (sepertinya) welcome sama semua orang. Masih hampir sama dengan gebetan SMP. Geometri humble, geometri down-to-earth, geometri... Ah sejauh ini, saya masih belum ketemu sama celahnya. Geometri masih terlihat terlalu sempurna. Dan kesimpulannya, she’s too much for me. :-----(

Karena alasan itu juga, saya jadi jauh lebih memilih untuk memandangnya dari jauh, merasakan dengan hati, getaran-getaran yang mungkin akan menghasilkan gelombang transversal, gelombang lembah-bukit dengan amplitudo maksimum. Bisa eye contact-an sama dia udah ga usah nanya kenapa ga mesti ngucapin tahmid 33 x. *Melted*

Sial.... Rasa itu muncul lagi... Rasa ketika saya, mau tidak mau hanya jadi pemendam perasaan yang memainkan karakter sang pecundang, yang patut kena ludah sang pejuang-pejuang cinta terhormat. Rasa ketika saya, tetap sebagai pecinta yang melakukan percintaannya diam-diam. Sendirian. Tentang rasa yang sebenarnya rahasia.

Seperti Rama di Tak Sempurna, Saya benar-benar menyukainya –tetapi tak pernah berani mengungakapkannya. Ya, saya selalu ragu untuk melakukannya. Sebenarnya saya takut. Lebih baik begini saja-ya, begini lebih baik.

Saya selalu menikmati sensasi gempa bumi pribadi setiap kali dekat dengannya, atau menyebutkan namanya. Saya senang kapanpun bisa merindukannya, meski dia tak mengetahuinya. Saya senang mengakrabi lengkung alis matanya, dari jauh... saya cukup mencintainya dengan cara seperti ini.

TAPI, SAYA PUNYA ALASAN KENAPA MASIH STUCK, TERUS STUCK. Alasan klise, seperti biasa, karena jodoh pasti bertemu.  Bagaimanapun, alasan konyol itu sangat ga bisa diterima banget abis mampus gilaaa. #MoMiDiApa Prinsipku iteee..~

Sering, kami saling berbalas senyum. Saya yang memulai, atau dia yang lebih dulu, sepertinya imbang. Sering ketika dengar dia bicara, rasanya seperti seorang malaikat sedang menyampaikan firman-firman Tuhan dengan guguran bunga-bunga yang dibawanya sebagai isyarat pesan yang menentramkan. Ya, senyum dan suaranya emang hal terindah yang saya liat dari Geometri.

Pada akhirnya, saya yakin, memang akan mendapatkan jawaban tanpa harus meminta. Suatu saat, mungkin akan jawaban yang indah atau mungkin juga sebaliknya. Ini cuma masalah waktu, ya, tentang bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Mungkin, dia akan datang sendiri dan bilang, “Hei, kamu suka perhatiin aku kan? Ngaku deh? Ngaku aja! Aku tau koq, kamu suka aku, iya kan? Jangan bohong deh!” Bisa jadi saya jawab (dengan bohong), “Heh (-_-), biasa aja lagi. saya emang suka kayak gitu, ke semua. Ga cuma orang tertentu.” Atau saya dengan jujur bilang (andai saja kalau saya bisa cukup berani),”Em.. tapi jangan marah ya, aku suka.. eh, aku... em.. aku suka sama... iya, aku suka kamu.” Gugup plus suara grogi, mungkin bisa jadi bukti paling penting, kalau emang kayak gitu. Terserah, dia mau jawab gimana, saya juga ga tau pasti.

Yang saya tau, saya lagi suka sama geometri. Yang saya tau, saya cuma bisa lihat dia dari jauh, suka dia secara rahasia. Dan yang paling saya tau, saya tau gimana caranya jadi pengagum diam-diam yang professional. Sok cuek, di depannya. Stay cool, be elegant. Ituji! Hakuna Matata.


Related Articles

2 komentar:

  1. Kau bikin php lagi anaknya orang.
    Kau tau saya selalu penasaran sama senter-sentermu. Karena tidak pernah bisa ditebak. Random people ki. Kayak trigonmu, selalu ka' bingung kenapa bisa dia. Tapi, lama-lama kenal orangnya baru ka' menger (sedikit). Trigon memang punya 'something interesting' yang nda' semua orang punya, apalagi si Integralmu. Saya juga nda' pernah tahu yang mana itu calculusmu, tapi saya lebih penasaran sama geometri sekarang. Ckckck
    (Saya kayak fans setiamu saja dih) hahah ^^v

    Tapi I DO NOT believe on love at first sight. Kita beda prinsip soal itu.
    Ini cerita mu mirip lagu 'Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattandarou' cari mi translationnya. ^^v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Geometri, kayak kombinasinya kalkulus, integral, sama trigon. cinanya kalkulus, manisnya integral, sama baiknya trigon ada di geometri semua, I MEAN IT XD

      awkay, saya cari itu liriknya. DBSK yang nyanyikan toh?

      Hapus