In Geometry Talk

Before Goodbye.



Why am I so afraid to lose you, when you're not even mine?

Karena saya yakin, ada waktunya untuk berpisah. Saya belajar bukan hanya mencintaimu. Juga, saya belajar bagaimana nanti kehilanganmu.


***

Saya hanya terlalu takut kehilangan orang yang bahkan belum pernah ada dalam genggaman. Bodoh? Ya, saya memang bodoh. Selain pernah ga masuk kelas dengan niat menghindar dari zona pengabaian geometri, apa lagi hal paling bodoh yang saya lakukan dari itu?


Tak tertolak, sesuatu yang sering orang sebut-sebut dengan 'perpisahan' memang akan terjadi. Kalau nanti geometri lulus snmptn (undangan), atau minimal kalau kelas super intensif persiapan sbmptn udah selesai. Ga ada lagi kelas yang sama dengan geometri, ga ada lagi hari yang indah sama geometri, ga ada lagi senyum manisnya, ga ada lagi suara lembutnya, ga ada lagi mata sipitnya, ga ada lagi lengkung alis eksotisnya...


Sekarang -sebelum semuanya berlalu terlalu terlambat-, sudah saatnya saya belajar tentang ungkapan perpisahan. Tidak seperti perpisahan sebelumnya, saya mau perpisahan kali ini, saya belajar mencintai dan belajar merindukan selepas kehilangan.

Bukan.
Bukan mengungkapkan... Bukan. Ada saatnya. Saya mau menyelesaikan semuanya di saat yang memang benar-benar tepat waktu. Meski, waktu mungkin sudah terlalu enggan menjadi medium pertemuan kami nanti. But, nobody knows?
I believe on fate. I believe on God. And God knows the best. That's it!

Geometri, good bye! I can't say 'see you, 'cause I'm not too sure we're meeting again.
Bye! I'm learning now.
Bye! Our way's different.
Bye! I love you, here. Secretly...



Sumber gambar

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar