In Geometry Talk

Akankah semuanya sampai?


I Love you ka' sama kita. Batin ini menolak untuk mengucap lebih keras. Mulut ini hanya bisa membisik dengan penuh hati ketika kamu sedang ga menyadari eksistensi tentang saya. Ya, saya mengucapkan dengan intensitas bunyi setara intensitas bunyi daun yang jatuh dari dahannya ketika kamu sedang berbalik, ketika saya tahu benar kamu ga akan pernah bisa menyadarinya. Kenapa begitu? Jawabannya sama dengan jawaban ketika orang lain bertanya tentang why did I fall in love with you? - I have no reason.




Mencintaimu mengapa jadi begitu sulit? Jatuh cinta dalam diam dan kamu sekarang pergi. Benar-benar pergi. Hanya saja, saya terlalu tinggi hati untuk menyuruhmu tetap tinggal. Sudahlah, walaupun saya tetap memaksa kamu untuk jangan pergi, kamu tetap akan pergi kan? Kamu punya keluarga, kamu punya tempat tinggal. Dan tempat kamu bukan di sini. Tapi apa masih terlalu tinggi kalau saya meminta kamu bertahan lebih lama di sini? Saya benar-benar belum siap mengantarmu sampai ke persimpangan jalan waktu itu. Saya melihat punggungmu begitu cepat pergi menjauh dari pandangan dan perlahan waktu merekam punggung itu sudah hilang. Benar, kamu sudah ga lagi ada. Itu yang mataku bilang.


Sekarang, seminggu selepas kamu pergi. Apa lagi yang bisa saya lakukan selain merapal doa semoga kamu baik-baik saja? Ya, kamu akan baik-baik saja. Saya? Saya masih sekarat. Saya masih sulit menerima. Terlalu cepat, geometri. Saya belum siap mengepak setiap kenangan yang terekam oleh impuls sampai neuron yang ada dalam sistem saraf yang saya punya. Saya merindukanmu. Kamu tahu? Kamu ga mau peduli? Terserah. Ga apa-apa.

If I had just one more day
I would tell you how much that I've missed you
Since you've been away
- Hurt, Christina Aguilera

Apa kabar, sekarang? Bagaimana dengan pacarmu? Dia memperlakukanmu dengan sangat baik? Jika dia adalah saya, saya akan melakukannya dengan super duper baik gila abis banget mampus parah sumpah. Mimpi! Sampai kapan saya bermimpi seperti itu? Sampai saya mengucap cinta dengan suara yang lebih keras? Saya belum bisa. Kalau kamu udah suka sama orang. Nyatain perasaanmu, jangan ditunda-tunda. Tapi, saya benar-benar belum bisa. Kamu mau menunggu? Atau saya tidak perlu?

People change. Saya ga mau kamu berubah. Saya lebih menikmati hubungan kita sekarang daripada harus mengkhayal tentang kemungkinan terburuk ketika saya telah melakukan pengakuan. Bukan. Bukan penolakan yang  saya takutkan. Lebih dari penolakan, saya takut jalan yang kamu pilih adalah pengabaian, kamu menjauh. Ga mau saya.

Geometri. Jangan pernah menghindar. Twitter, facebook, mari jadikan kami teman dekat yang tetap akan dekat. Demi apapun, terima kasih untuk kalian. Geometri. Tetap kirim sms, tetap telepon saya. Kalau kamu sedang ga bisa, giliran saya yang memulai duluan. Asal... jangan biarkan saya untuk terus-terusan memulai.

Geometri. Kalau kamu sedang benar-benar ga tahan dengan masalah-masalahmu. Cerita ke saya, saya selalu mau jadi pendengarmu yang baik. Saya mau menggenggam tanganmu pertanda menguatkan hatimu. Saya mau melakukannya.

Geometri. Saya akan kontrol diri. Saya ga akan terlalu berkepo ria tentang kamu. Kalau memang kamu mau cerita, saya pasti mau dengar. Kalau ga, saya bisa apa. Tapi, saya mengira kita adalah sepasang teman curhat. Apa mesti ada rahasia di antara curhatan sahabat? Walaupun, pada akhirnya saya adalah sahabat yang lebih banyak berbohong. Tentang... rasa ini, misalnya.


Bersama dengan beberapa hal kecil yang ga pernah sampai di kamu, saya melepaskan semuanya. Saya mau bebas. Kamu pergi, saya mau sembunyi. Kamu ga ada lagi, saya mau menghilang. Cerita tentang kita, saya titip ke tiga bungkus cokelat dan burung kertas itu. Mereka mengerti sekeras apa saya mencintaimu dalam diam. Mereka tahu benar selama apa saya menunggu waktu untuk mengaku. Kamu yang belum tahu. Suatu saat, mereka akan memberi tahumu. Suatu saat, perasaan ini akan meledak. Meledakkan segalanya sampai kamu yang kaget sendiri? Pasti.


Sampai jumpa bulan depan. Katamu kamu akan kembali. Saya menunggu... bersama dengan perasaan saya untuk kamu, tiga bungkus cokelat, dan burung kertas yang ga pernah sampai. Sambil bertanya, "Akankah semuanya sampai?"


p.s : Thanks to Fitrah Amalina for making me crane papers. Semoga cepat sembuh, kawan.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar