In Geometry Talk

I just loved you.


Saya mau bahas tentang geometri. Tidak peduli, seberapa dekat d-day of sbmptn. Tidak peduli saya harus banyak belajar latihan soal, saya hanya mau menulis tentang geometri. Sayangnya, lagi, tiap saya mau bercerita tentang dia, saya binGGung mesti mulai dari mana. I deserve, she’s too good.

16 Juni 2013
  



Ka awal, kenapa baik sekali ke saya? Sering, kamu bertanya tentang itu.
Karena saya suka kamu. Simple. Saya menjawabnya dengan itu. Ya, saya menjawabnya dalam kesungguhan hati; tetapi kebisuan mulut. Andai saya punya sedikit rasa berani, saya akan mengatakannya lebih keras. Andai bisa, saya tidak perlu makan hati setiap kamu terlalu dekat dengan orang lain, karena kamu tahu, dan karena juga kamu tipikal patuh, seharusnya juga kamu mengerti tentang perasaan yang berselimut kabut dalam hati.

Geometri... saya tertarik dengan semua tentangmu. Serius. Seksi suaramu, garis rahangmu yang kokoh, lengkung alismu yang tebal hampir saling menyatu, bulu matamu yang lentik, tulang hidungmu yang seolah artifisial, bibirmu yang sensual, dagumu yang menggantung, warna kulitmu yang menandakan kau lahir di belahan bumi beriklim tropis, manis, aku suka. Apalagi, kamu salah satu pemecah keheningan di kelas, and you’re ice breaker of my heart.

Pernah, saya mencoba untuk berhenti jadi secret admirer. Ya, sesaat setelah saya memutuskan secara sepihak hubungan yang diakui sepihak pula; mantan cinta diam-diam. Selepas itu, saya stuck sebagai single quite happy. Tapi, setelah kamu datang, saya melanggar pantangan saya sendiri, saya mematahkan mantra untuk tidak jatuh cinta sebelum sukses sbmptn. Tunggu... bukan saya yang mematahkan, kamu orangnya. Ya, kamu datang dengan begitu memesona, kamu datang dengan amat tak terduga. Rasanya, semua berjalan seolah sudah terencana dengan sangat matang. Bukannya memang nobody really knows what will happen tomorrow? Dunia memang lebih indah jika berjalan seperti itu.

Kebetulan, kita berada di kelas yang sama. Kebetulan, kita sering bercerita tentang apapun yang kita sendiri juga kadang kurang tahu. Kebetulan, kita saling mencari pandangan; melakukan kontak mata. Kebetulan juga, saya menyukaimu. I don’t know why but actually i also believe that life is series of coincindences. I told you, i just realized ‘cause i felt.

Saya sebenarnya terlalu menaruh banyak tetes harapan dalam gelas perasaan yang tak terlihat. Saya tidak pernah tahu kalau nanti isi gelas itu akan kamu minum, kamu gunakan, atau kamu buang di lembah penuh kehinaan. Walaupun sebenarnya saya pernah membaca bahwa harapan bisa membunuh semua kesenangan. Bahkan pernah dikatakan bahwa harapan adalah akar dari semua kekecewaan. Benar memang, tak tertolak. But why? I’m stuck with you, i have a crush on you, and all i do is always hope. Mungkin benar, saya memang penikmat harapan (palsu).

Geometri. Kamu mengakui kalau kita sering bertukar rahasia? Jujur, memang benar. Sayangnya, kali ini saya sedang tidak terlalu jujur. Saya belum bisa mengakui tentang perasaan ini. Ya, perasaan itu, perasaan tentang ada yang lebih spesial, ada harap yang mungkin terlalu berlebih yang saya mau dari kamu. Sudahlah, suatu saat kamu akan tahu. Suatu saat, saya yang akan memberitahumu langsung. Atau... mungkin ada hal buruk yang akan terjadi. Pepatah lama mengatakan kalau sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga kan? Mungkin akan sama dengan cerita kita, sehebat-hebatnya saya menyelemuti perasaan ini dengan selimut tebal berlapis baja kemalu-maluan, suatu saat nanti perasaan saya akan terungkap.

Andai saja kamu bisa lebih peka. Ketika saya bercerita tentang “dia”, saya sebenarnya tidak sepenuhnya bercerita tentangnya. Saya bercerita tentang kamu; Lengkung alis indah itu milikmu, muka separuh orientalmu, punggung yang sering kupandang diam-diam itu punggungmu. Andai kau tahu. Tapi, sebaiknya jangan berandai-andai. Kesalahan saya, saya tidak berani jujur saja. I pay the price, you know.

Beberapa hari sebelum sbmptn dan kita masih belum memiliki hubungan jelas. Saya, teman curhatmu. Sekarang, kamu sudah punya pacar. Ya, kamu sendiri yang memberitahuku. Pada akhirnya, keping-keping puzzle tentang yang pernah kita lakukan bersama, mozaik yang berhamburan tentang semua yang pernah kita ceritakan, saya rangkai sendirian. Saya membingkainya begitu indah dalam hati, dalam diam. Terima kasih dengan semua yang pada waktunya akan membuat saya senyum sendiri atau meringis kesakitan. Terima kasih, apapun itu, benar-benar terima kasih. I just loved you.

- Bersama seseruput kopi dengan desah suara when you love someone of Endah n Rhesa

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever, but you’re still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
I still have a time to break a silence

When you love someone just be brave to say
that you want him to be with you
when you hold your love don’t ever let it go
or you will loose your chance
to make your dreams come true

I used to hide and watch you from a distance
and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can’t stand to wait your love is coming to my life

And I never thought that I’m so strong
I stuck on you and wait so long
but when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way
to make your dreams come true...


Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar