In Calculus Talk Slice of Life

Beautiful.

Sabtu, 28 September 2013
Sumber

Hari ini tidak bercerita tentang cinta datang ketika cinta membutuhkan cinta. Melainkan tentang sebuah pertanyaan yang belum menimbulkan jawaban sedikit pun: mengapa ketika cinta datang mendekat pada waktunya mendadak tiba-tiba muncul energi positif bagi yang merasakannya?

Hari ini “cantik”, karena memang ada sesuatu yang benar-benar “cantik”. Kalian bebas menduga-duga tentang (si)apa yang saya maksud dengan sebutan “cantik”. Sore ini, dia makin “cantik”. Sudah lama sejak saya melihat sesuatu yang benar-benar “cantik”. Sore ini, saya menikmati ke-“cantik”-annya.

AH! Juga, tentang presentasi Awaliyah yang dijuduli: City in My Dream! Tugas dari kak Fajar untuk tutorial Trigonometry for School, salah satunya tentang deskripsi kota destinasi idaman. Kalian tahu, akan kemana Awaliyah? Ottawa- ibu kota Kanada. Uhm, mimpi yang hebat. Saya makin terkesan ketika dia bilang: Someday, i will spent my days on four seasons here. I imagine if I will hold maple leaves on my hand on Autumn. Keren, kan? Awaliyah juga bilang kalau dia mau ke Ottawa karena kota itu adalah kota kelahiran penyanyi favoritnya (dan saya, dan mungkin banyak orang lainnya), Taylor Swift! You-hoo, dia juga bilang suatu saat dia bisa berduet dengannya. Mimpinya keren, meski pun kedengaran tidak begitu meyakinkan. Tapi tetap saja, dia keren. Mimpinya cantik!

Sumber

Saya melihat Kalkulus hari ini. Saya melihat bekas riasan bedaknya yang sedikit kacau. Tidak sekedar melihat, saya (benar-benar) berbincang beberapa saat. Di bawah pohon ketapang, di atas rumput kampus. Tanyakan saja mereka, mereka akan mengingatnya. Saya akan lebih lama lagi mengingatnya. Dan masih ada besok untuk "kita".
Tetap begini saja. Jangan pernah membiarkan celah untuk berniat saling menggoreskan luka. Tidak perlu banyak melakukan aktivitas terang-terangan. Selama kita masih betah dalam diam, menikmati keheningan yang sama-sama dikonvensikan, semuanya akan baik-baik saja. Jadi, tetap begini saja.

***

Sumber

 JKT48 - Futari Nori no Jitensha (Bersepeda Bersama)

Don’t Stop jangan hentikan, My Love slama-lamanya
Tolong biarkanku lewat seperti ini
Go To kemana mana, Heaven bila denganmu
Ku ingin terus berlari Cause I’m Loving You

Ku selalu tertawa, di bagian belakang sepeda
Yang kita naiki berdua, aku diam-diam berbisik

[*]
Ah, mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas saja
Yang jalan pulangnya searah
Keberadaan yang seperti angin
Ah, yang selalu bercanda padahal kita s’lalu saling bicara
Mengapa hari ini
Cinta tak abadi yang berputar jauh

Don’t Say jangan katakan, My Love jawaban itu

Hingga suatu hari nanti jadi kenangan
Be Loved sampai kapanpun, One Way dalam dadaku
Bersama dirimu saja I’m So Satisfied

Dengan pikiran seenaknya, tidaklah perlu dibalas
Ku kayuh sepeda dan melaju, karena di situ ada jalan

[**]
Ah, mungkin bagi diriku dirimu yang berarti
Tidak menyadari apapun
Cinta tak berbalas dari belakang
Ah, langit di kala senja seperti mewarnai kota-kota
Terlalu sedih
Bayangan kita berdua menjadi satu

Sumber
I see Kalkulus on her. I don't know much why. Mungkin ada beberapa kemiripan.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar