In Calculus Talk

Accidentally, i met you.



“Pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat/Tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu/Setidaknya kamu sempat menjadi milikku/Meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia//...”


Hei, kau pernah sadar?
Kita tak pernah bertemu, berbincang lama? Paling lama, mungkin sekitar dua menit. Pun, saya lebih nyaman bertanya-tanya dengan temanmu. Terlalu canggung untuk saling membalas cakap demi cakap denganmu. Saya akan jadi kikuk, dan saya tidak suka-mau bertingkah seperti itu di depanmu. Kamu mengerti, sayang? -Ah, kenapa saya berani menyebutmu dengan panggilan itu! Tapi setiap laki-laki ingin terlihat keren di depan perempuan yang disukainya, bukan? Atau... hanya saya, sayang? -Ah, saya terlalu bermimpi!

Hei, kau ingat cerita sore di gerbang utama kampus?
Di situ kita memecah rekor. Meyakinkan sekian pertemuan kita sebelumnya tentang berapa banyak karakter yang keluar dari pita suara. Kita tidak berdua. Bertiga, dengan temanmu. Kabar baik, karena dia semuhrim denganmu. Dia cina, sama denganmu. Kabar baik lagi, kau masih “lebih” darinya.


Hei, kau sama ingatnya pertemuan-pertemuan supersingkat kita?
Hanya bertemu sekilas. Pertemuan yang tak pernah kita rencanakan. Pertemuan yang diciptakan sendiri dari “tangan” Maha Pembuat Kenangan. Ketika saya sedang menuju technical meeting diklat dan kau baru datang ke kampus. Ketika kita sama-sama menuju jurusan masing-masing, tak sengaja bertemu di pertigaan masjid. Ketika saya baru pulang dari rapat peliputan dan kau keluar kampus. Ketika, masih banyak ketika yang tak bisa saya tulis.

Hei, kau terlalu menjadi candu?
Tahukah kau, setiap pertemuan singkat selalu terus-terusan membuat saya meminum analgesik perindu. Tahukah kau, setiap pertemuan singkat menjadi begitu resisten dengan sifat mudah bosan. Tahukah kau, setiap pertemuan singkat selalu menantikan pertemuan singkat selanjutnya.

Maaf, membuatmu menunggu hari itu. Maaf, sekali-kali kita harus impas. Juga, terima kasih tidak pernah membiarkan terlalu lama menunggumu.

Fragmen setiap pertemuan singkat, semua terlalu mendebarkan rasa. Sekali lagi, terima kasih.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar