In Campus Slice of Life

I am in my friend's perspective

Who am I? How am I?

Dokumentasi Pribadi

***

Hari ini akhirnya Kak Fajar mulai masuk mengajar di kelas Introduction to Real Analysis lagi setelah izin cuti diklat beberapa pekan. Long time no see, saya rindu belajar dengan 'santai tapi serius'.


Juga, Kak Fajar tidak seperti biasanya memulai pelajaran dengan berdo'a lalu bermain games sederhana untuk mengumpulkan konsentrasi. Untuk menutup pelajaran, Kak Fajar juga kembali melakukan games lagi setelah sebelumnya membagikan beberapa bungkus "oleh-oleh" untuk dibawa pulang ke rumah, as always.

Nama games-nya, I am in my friend's perspective. Sebenarnya, bukan pertama kali saya memainkannya. I ever, ketika widyawisata dengan teman-teman diklat DJMTD. Tapi kali ini agak berbeda, karena disuruh menulis dengan serius, bukan asyik-asyikan seperti dulu.

Poin penting dari permainan ini adalah mengisi tiap kertas dengan karakter teman yang dimaksud. Kertas dengan label saya diisi teman-teman saya, disebarkan dengan rotasi tertentu. Dan, lebih dari 19 karakter tertulis untuk tiap orang.

Setelah saya kembali mendapatkan kertas saya, membuka sedikit demi sedikit lipatan kertas, saya refleks terbahak-bahak. Bukan apa-apa, banyak deskripsi "lucu" dari teman saya.

Mari kita analisis...
  • Cerewet, baik (asal cerewetnya untuk yang baik-baik, okay?)
  • Boyband Korea, Periang (OMG, seems like i am really another kai, right? :p)
  • Suka mencari informasi (is it just same as "I AM KEPO"? -_-")
  • Friendly ^_^, Lucu :p (thanks. you ain't a liar?)
  • Kpopers, Blogger (ok, you tell the truth!)
  • JKT48 (lol, fyi i am beby's man!)
  • Fun (just three words and makes me better ^^)
  • Baik, tapi boring? Undefined. (ok, i am speechless.)
  • ?? (do you really dunno me, ugh i ain't as famous as i think :()
  • Literasi, novel (call me when you get reccomended novel to read ;))
  • Supel Yayaaaa' (how supel am I? haha i just can't believe)
  • Bombe'ku, Bebebku, Kai <3 Chanyeol :D  (bombe' but beb? ok, i am kai)
  • Suka menolong di hari Rabu (why just wednesday? :|)
  • Imut, baek (i am kawaii, is it an insult? haha)
  • Baik, selalu menulis dan rajin baca novel... ha.. ha.. (why you laughed at the end? -_-)
  • Pendengar & penulis yang baik (am i really at this level? maybe, you're wrong x))
  • Kumis, tipis (it'll be better if there's no comma at the middle :D)
  • Good sosial (ah, actually i prefer to be an antisocial :))
  • I love you, baik, diam, lebih keren dari saya tawwa. (you 'shoot' me? hah no! :D)
***

Sebenarnya, saya justru berekspektasi menemukan karakter lebih buruk saya dari teman. Tapi Law of Attraction masih berlaku. Mungkin ada rasa kurang enak antarteman kalau harus menulis sesuatu yang bisa menyinggung ranah sensitivitas. Saya takut menuliskan, they did.

Kalau saja, sebelumnya sudah disepakati untuk tidak akan tersinggung apapun tanggapan yang diberikan. Kalau saja, memberi kesempatan untuk menyingkirkan rasa lari dari kenyataan. Kalau saja seperti itu, akan muncul banyak huruf baru yang terangkai menjadi bahan introspeksi.

Lagipula, kita memang teman. Dalam sekelas yang sama, sebutan apa yang pantas selain teman? Baik, kalau ada yang merasa lebih dari teman, paling tidak kita memang teman sekelas. Dan di antara teman, tidak seharusnya saling menaruh "rahasia", semacam saran konstruktif pembimbing penyusunan skripsi.

Sumber

Lebih dari setahun, dan masih ada yang menolak untuk sekadar mengaku: dia adalah teman saya. Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang keadaan antarteman di kelas, saya sadar: there is something gone very wrong. Yusran, keti tercinta lebih tahu. Kalian tentu juga tahu, meski masih menutup mata, meski masih menolak mendengar, meski masih pura-pura tidak tahu. Are we friends... or just stranger?

Sumber

Hanya untuk menutup, dengan takzim: mari berteman!

Related Articles

3 komentar:

  1. hohoho....

    it's me. it's our friends..
    and
    you are my beloved friends... hhoohohoo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang seperti ini tidak perlu pengakuan, kalau "kita ini teman".
      Cuma perlu lihat tingkah sama kepedulian mereka. Sudah.

      Hapus
  2. Pipi' : #okeinipembelaan saya cuma kasih bahasa halusnya. Maksudnya, untuk mengaku saja susah. Apalagi lebih dari itu, kepeduliannya.

    BalasHapus