In Slice of Life

Senang Bertemu Denganmu Kembali

Di akhir pekan yang lama tak saya habiskan dengan bersantai, saya menemukan sedikit keriangan. Terbangun ketika seorang teman kelas mengetuk pintu rumah –saya tidak sempat mengecek sudah pukul berapa­–untuk bersegera ke kampus. Jadwal hari ini memang sedang ada kelas tutorial, tapi saya percaya dosen pengampu tidak akan masuk, sebab perkara ini sudah terlalu empirik. Selain kelas tutorial, pun sedang ada kegiatan dari himpunan jurusan, semacam porseni antar kelas. But if you really know who I am, I’m not really a type of  “player” who really intend to take part for such stuff. “Yakin tidak mau ke kampus? Ya sudah, kamu lanjut tidur saja,” he really know who I am, in this case. Saya lantas melanjutkan tidur yang sempat terhenti hingga terbangun di pukul sepuluh.

Terbangun, bersegera menamatkan enam episode drama “Emergency Couple" sekaligus sampai tidak terasa petang menjelang. Kegemaran masa lalu yang rasanya sudah lama sekali tidak saya lakukan. Padahal di dalam lemari ada koleksi buku highly reccomended yang belum ditamatkan, di samping target bacaan tahunan yang masih lebih dari dua puluh. Ah, saya hanya sedang sangat hendak melipur kangen dengan drama doctor in love. Kebahagiaan sederhana bisa ditemukan lewat aktivitas bersahaja sekalipun.

Merasa terlalu banyak menyia-nyiakan waktu hingga terlalu sore, saya segera menutup video player dengan satu episode baru  yang belum sampai setengah durasi. Sudah saatnya melakukan ritual lain, tiga puluh menit menuju waktu maghrib. Mengejar matahari, rumah di Samata agak pas untuk memperhatikan matahari sore.  Tidak bisa menunggu sampai benar-benar tenggelam di bawah kaki langit. Namun dari balik jendela, saya akan menemukan lanskap pematang sawah yang baru melewati musim panen beserta kebun dengan pepohonan yang menggugurkan daun. Cinderamata untuk pandangan yang mesti dipahami mampu menawarkan substitusi pandangan laut tak berbatas yang tidak kalah menawannya.

Sayang, sesuai perkiraan sejak beberapa hari yang lalu, tidak akan mudah membuat janji bertemu dengan matahari sore ini. Dari informasi di ramalan cuaca, hari ini akan turun hujan. Saya mudah percaya saat itu karena memang sudah mengharapkan hujan akan turun di November. Sesuatu yang dinantikan, jika ia berjanji barangkali akan sangat mudah dipercayai. Terlepas apakah janjinya sungguh-sungguh atau tak bersungguh-sungguh. Persis seperti apa yang dilakukan perempuan kemarin sore.

Saya hanya berhasil menjumpai gumpalan-gumpalan awan kelabu yang menghalangi matahari yang semestinya tampak keemasan menuju barat. Serupa virus, gumpalan kelabu itu menjalar dan viral hingga ke suasana hati pemandangnya. Sampai di menit ke sekian, gerimis pecah sebagai hasil kondensasi dan presitipasi.  Saya mendadak menemukan kesenangan lain. Tak ada perasaan selain bahagia ketika kawan lama datang menuntaskan rindu masing-masing yang lama tertahan. Saya keluar dari rumah, merengkuh sedapat mungkin bulir-bulir sebelum meluruh ke permukaan tanah. Bukan sekadar kebetulan, saya yang sejujurnya belum mandi seharian mendadak jadi anak kecil yang tergila-gila dengan mandi bersabun kilatan petir.

Senang bertemu denganmu kembali. Tersadar, kedatanganmu akan banyak-banyak mengurangi probabilitas intensitas bertemu dengan senja. Kedatanganu juga akan lebih menghambat persiapan pagi-pagi sebelum ke kampus. Akan tetapi lebih dari itu, saya sungguh senang bertemu denganmu kembali, sambil mengharapkan kedatanganmu pula akan ikut menghapus terik dan membasahi dahaga yang membebani batin, sebab cerita selama masa-masa kemarau kemarin.

Sumber
Semusim telah berganti. Mungkinkah rasa kita harus pula ikut terganti? Masih bolehkah ia menepati janjinya, sekali lagi saja, untuk terakhir kalinya?

***

Ah, dan Bukit Manggarupi akan kembali menghijau.
Banyak bunga-bunga, bunga-bunga, kiss kiss kiss from Manggarupi... Banyak bunga-bunga, bunga-bunga, dan aku mau bobo, seperti ini, ohh.. aku sangat menikmati… Hoo.. I feel free...

Related Articles

3 komentar:

  1. Balasan
    1. Maacih :3 Tetapi lebih lucu lagi teman yang batalkan janjinya :D

      Hapus
  2. so sorry, lidiiii :D
    sometime lah kita ketemuan, hahahahhahahaa :D

    BalasHapus