In Imaginary Talk

Newton Pembohong!

Fisikawan, mahasiswa fisika, dosen fisika, professor fisika, atau siapapun yang suka dengan fisika patut berduka cita. Newton tak benar melulu. Ingat kembali Hukum Gerak Newton III:

“Lex III: Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi.
Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.”

Baiklah, biarkan saya sejenak tertawa. Atas kebohongan semu, atas penipuan terbesar sejagad mata pelajaran fisika. Ini kejahatan pikiran yang nyata. Jadi berhati-hatilah!

Untuk beberapa situasi, terkadang tak semua yang diinginkan menjadi kenyataan. Ada suatu waktu, ketika usahamu tak sebanding dengan yang kau hasilkan. Di suatu kondisi, apa yang kau semai tak sesuai dengan yang kau tuai. Tak setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar. Proposisi Newton adalah konjungsi. Jadi sekali salah, semua salah. Mereka, orang-orang dengan pemakluman atas hidup yang pura-pura, menyebutnya dinamika. Lalu, yang lain bertanya, siapa yang hidup, siapa yang pura-pura hidup?

Tak baik menyikapinya, hal yang mungkin terjadi adalah ketaksemangatan menjalani hidup. Hidup, tetapi tak hidup. Pertanyaan eksistensial yang menanyakan untuk apa tetap melanjutkan hidup, boleh jadi akan mengawang-awang. Sekarang saya paham, mengapa berita bunuh diri itu nyata.

Abaikan soal bunuh diri. Mendewasalah!

Sekarang, ini peringatan, orang-orang harus lebih skeptis. Berterima kasihlah, sebab saya masih akan selalu mengingatkan. Bukan berpikiran negatif, ini kemurnian skeptik. Bahwa di dunia ini, barangkali bukan hanya Hukum Newton III yang menjadi dusta. Barangkali, seperti dua tambah dua sama dengan empat. Atau bumi berputar mengelilingi matahari. Atau pohon menghasilkan oksigen. Atau Makassar ada di pulau Sulawesi. Atau kurs Rupiah tak pernah turun dari sembilan ribu US dollar sejak 1998. Atau kalimat adalah serangkaian kata yang memiliki makna.
...
Atau pengakuan cintamu.

***

Jangan lupa untuk bahagia.
Bahagia itu diciptakan sendiri.
Termasuk apabila harus pura-pura mencintai,
bukan pura-pura dicintai.
Mencintai lebih membahagiakan
ketimbang dicintai, ingatlah.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar