In Imaginary Talk Slice of Life

Perihal Mendengarkan Lagu dan Cintamu

/1/
Ada suara seseorang yang tetiba terdengar di telinga ketika kau sedang mendengarkan lagu; sengaja atau tidak disengaja. Suatu waktu di kafe kesukaanmu, terputarkan “Float – Sementara”. Percayalah kasih lebih dari ini pernah kita lewati. Bukan hanya sekadar suara vokalis Float dan musik instrumennya. Ada ruang khusus yang tetiba menyediakan spasi untukmu mengenang banyak hal di sana, antara kau dan seseorang yang kau percayai kekasih.

/2/
Ada wangi yang tetiba terperangkap di hidungmu ketika kau sedang mendengarkan lagu; sengaja atau tidak disengaja. Di waktu lain, hendak ngabuburead di toko buku terlengkap di kotamu, terputarkan “Secondhand Serenade – Your Call”. ‘Cause I was born to tell you I love you, and i am torn to do what i have to. Tetiba pula, khayalanmu tentang ia yang selalu kau ceritakan: ia perempuanmu.

/3/
Ada bola mata yang tetiba tersesat di pikiranmu ketika kau sedang mendengarkan lagu; sengaja atau tidak disengaja. Mungkin sudah kebiasaan, sebelum tidur kau merasa perlu mendengarkan lagu kebangsaan kaummu, “The Script – The Man Who Can’t be Moved”. But what else can I do, how can I move on when I’m still in love with you. Seolah itu adalah azimat atau mantra supaya dalam bebungaan tidur kau mampu mengindrainya, di sudut jalan pertama kali kau bertemu. Tak pernah hilang dalam ingatanmu, tempatmu pertama kali bertemu, tempatmu sering sekali bertemu, pun tempatmu terakhir kali bertemu. 
Semua tentang seseorang itu, selalu ada dalam setiap lagu yang gendang telingamu sekalipun hendak ditolak, akan selalu muncul. Semakin keras pertahananmu menolak, semakin keras pula penyerangannya memaksa datang. Tanpa diminta-minta.

/4/
Ada seseorang yang tetiba terlintas di benak ketika kau sedang mendengarkan lagu; sengaja atau tidak disengaja. Boleh jadi ialah cintamu. Ia–yang ketika kau mendengarkan suatu lagu-tetiba saja muncul serupa hujan matahari. Hujan yang datang ketika hari sedang cerah-cerahnya. Tanpa aba-aba, tanpa tanda-tanda, ia ada seketika. Seseorang yang seperti itu hendaknya menjadi lagu dalam hidupmu. Kita perlu sepakat: selain membaca dan meminum berteguk-teguk teh hijau secukupmya, mendengarkan lagu adalah moodbooster terbaik yang lain. Dunia ini memang terkadang terlalu baik, memberikan pilihan-pilihan menyenangkan untuk menyenangkanmu. Meski tak bisa disangkal, kata Jiwa: Hidup ini rumit. Sesederhana itu.Peganglah mantra ini, ketika harimu sedang berat-beratnya dijalani.

Sumber

(Saya sementara punya firasat buruk. Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu. Desau angin meniupkan namamu. Tubuhku terpaku. Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu. Tabur bintang serupa kilau auramu…)

***

Sumber
/i/
Perihal lagu, saya tak merasa perlu menentukan preferensi tertentu untuk didengarkan. Saya menyukai beberapa lagu All Time Low, Arctic Monkeys, Five Seconds of Summer, dan beberapa lagu heavy metal. Mendengarkan musik keras dengan volume keras-keras saat hujan deras bisa menjadi penghibur suasana hati yang sendu. Tak peduli seberapa banyak masalahmu, ada banyak hal indah di sekelilingmu. Percayalah!

/ii/
Perihal lagu, saya tak merasa perlu menentukan preferensi tertentu untuk didengarkan. Saya senang lagu-lagu JKT48 dan Maliq & D’Essentials. Walau kasat mata mereka sungguh jauh berbeda, di baliknya ada kesamaan yang kasat telinga. Selain karena paras imut gadis-gadis “centil” itu, yang saya senangi dari JKT48 adalah sesedih apapun itu, bernyanyilah dengan semangat. Sekali waktu, dengarkan baik-baik Tenshi no ShippoCinta bagaikan ekor malaikat yang plin-plan, gerak kesana sini susah kutangkap.
Atau Maliq & D’Essentials, saat “beralay” dengan pentas seni anak SMA, sebelum menyanyikan lagu Untitled-nya, saya masih mengingat jelas tatapan superior Angga kepada semesta. Sekalipun lagu ini liriknya sungguh rilis, nyanyikan dengan bersenang-senang, enjoy the rythm and melody. Kurang lebih begitu interpretasi tatapannya.

/iii/
Perihal lagu, saya tak merasa perlu menentukan preferensi tertentu untuk didengarkan. Berikan saya trio melankolis: Glenn Fredly, Rio Febrian, danMarcell dan mendadak saya tenggelam ke dasar jurang yang disebut-sebut dalam SupernovaKsatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Sudahkah kau benar benar jatuh, wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri. Di titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pecinta sejati.
Lalu taburi garam-garam impor untuk menambah sensasi perihnya. Berikan pula saya Secondhand Serenade, Ed Sheeran, The Script, dan Sam Smith. Orang-orang terkadang bukannya menghindari malah mencari-cari kesedihan.Aneh sekali. Pada akhirnya, alasan clichĂ© ini pula yang timbul. SepertiFilosofi Kopi, Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. Dan sesempurna apapun lirik yang dicipta untuk dinyanyikan untuk didengarkan itu, ia pun punya sisi pahitnya. Setidaknya, menikmati kopi dan lagu melankoli adalah cara terbaik untuk merayakan kesedihan. Saya percaya, tak hanya kebahagiaan yang perlu dirayakan, kesedihan juga. Sembunyikan dengan perayaan.

/iv/
Perihal lagu, saya tak merasa perlu menentukan preferensi tertentu untuk didengarkan. Saya gemar mendengarkan lagu Coldplay, Keane, Maroon 5, Michael Buble, Frank Sinatra, Norah Jones, Taylor Swift, Raisa, Agnes Monica, Vierra, Adhitia Sofyan, Ten2Five, Mocca, Payung Teduh, Banda Neira, Endah N Rhesa, Fiersa Besari, Afgan, RAN, Sheila On 7, dan masih ada banyak lagi.


Related Articles

3 komentar:

  1. I really love to read your blog. Your blog is like trying to understand what's in my mind since the first time I read it. Please keep on writing in this blog. I always wait for your new post :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. The worst part of reading comment from anonymous when you're dying to know who really they are. Sometimes, name is need to know, hehe.
      Yet, it doesn't matter whoever you are, thanks for "cheering". Hopefully you do the same way for sure. :)

      Hapus
    2. Anytime. :)

      My identity isn't that important for you. The most important is how people likes to read your blog though. I believe someday you will be a great writer. So, Let's meet on your launching book then :D

      Hapus