In Imaginary Talk Limit Talk

Februari Berakhir Sebentar Lagi. Kita?

We fell in love
But suffer too much
Could it be worse?

Setiap orang saya percayai punya rahasia masing-masing. Demikian pun saya. Banyak sekali sebenarnya, tetapi ada satu yang benar-benar rahasia. Suatu waktu, saya pernah membaginya pada seorang teman. Itu periode yang sudah agak lama, empat tahun lalu, 2012, beberapa waktu sebelum kelulusan sekolah. Ia barangkali sudah lupa, kami sudah lama tak membahasnya. Eh, sudah pernah dibagi lantas masih bisa dilabeli rahasia?

Eh beruntunglah, saya pun tak sedang hendak lagi membahasnya.



***

It has been four years now,
Now or never
Never to-get-her

Februari selalu mengingatkan saya pada perempuan dengan mata sayu dan senyum malu-malu. Sekaligus. Februari selalu mengingatkan saya pada laki-laki bajingan paling tengik sedunia.  Banyak hal terjadi sejak empat tahun lalu. Duka manis, suka pahit.

Kehidupan, kata orang, unpredictable. Tak ada yang benar-benar bisa menerka apa yang akan terjadi di kemudian hari. Dan kehidupan, itulah yang membuatnya spesial. Bayangkan, betapa menjemukannya segala hal ketika sudah mampu tertebak. Tak perlu membayangkan terlalu jauh, baiknya dianalogikan seperti FTV siang hari yang selalu menyuguhkan alur seragam: limousine eksmud menyambar sepeda gadis pengantar bunga, setelah itu guess what. Klise. Picisan. Ah, betapa, usia hanya menjadi sia-sia, tetapi Tuhan Maha Bijak.

And love is, as well as, unpredictable. Indeed, pertemuan dengan perempuan itu tak pernah disangka sebelumnya. Saya tak hendak banyak mengulang cerita. Tapi, cerita bersamanya bukanlah hal buruk untuk diulang. (Saya pun tak sedang bermaksud apa-apa: mengulang atau melepaskan)

Beberapa waktu lalu, saya mendengar kabar tentangnya. Kabar itu pun bukan sesuatu yang disangka sebelumnya. Kabar yang sebenarnya tidak begitu mengenakkan.  Datang tanpa diminta. Perihal, mampukah membedakan break dan breakup. There are only two words to make everything’s so thousand different stuff.

Dan perihal, laki-laki bajingan paling tengik sedunia, I mean it. Seperti Sekar di Sunset Bersama Rosie, tentang dibiarkan menanti janji kehidupan yang lebih baik,.

***

If you’re the only one,
Why I’m not the only one
You’re the only one

Februari juga mengingatkan pada seorang yang lain. Ini tepat tahun kedua. Siapa lagi namanya, imajiner, ya? Apa yang mampu saya cerita. Semua kabar tentangnya sudah berakhir setelah pembicaraan berulang kali dengan kepala sendiri. Di beberapa waktu, bila masih sempat, bercerita dengan Kugy atau wallpaper di ponsel. Well, kind of funny, this is imaginary thing.

But, indeed the girl is imaginary, isn’t it? However, no big deal. Jadi tak banyak cerita tentangnya.

Ah, tentang “secret-sacred” DIY yang jadi pengakuan diri itu, bagaimana nasibnya setelah berpindah tangan?
http://awallhidayat.tumblr.com/post/138603695895/so-i-started-secret-project-some-kind-of-diy

***

Februari berakhir sebentar lagi. Kita? Akankah mengakhiri sesuatu yang bahkan belum dimulai? What if March will find us better like we used to.
p.s: Ini jadi tulisan yang paling random mungkin. Saya kehabisan akal bercerita. Benar-benar kosong. 

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar